Home Opini DEWAN RECEHAN

DEWAN RECEHAN

Teks: Ismail Lutan, Karikatur: Ai

147
0
SHARE
DEWAN RECEHAN

Jakarta, parahyangan-post.com-  Sebuah postingan di instagram,  bernarasi diduga anggota DPRD Gunungkidul marah-marah karena menerima kembalian berupa uang logam usai menyantap bakmi Jawa di Playen, Gunungkidul ramai di media sosial. 

"Tgl 13 Agustus 2026, sekitar Pk 20.00 WIB, anggota Dewan DPRD Gunung Kidul bernama Sugito, makan diwarung kami "Bakmi Mbak Tri Gading VI" Playen Gn.Kidul. selesai makan org tersebut krn uang kembalian (rp.500 logam) marah marah dan melecehkan warung makan kecil kami serta membentak istri saya yg melayani, dan berkata " kamu tau siapa saya?". tindakan ini sudah berulang kali membuat gaduh warung kami setiap org tersebut singgah dan mampir diwarung kami. Tindakan melecehkan serta caci maki yg kami terima, sungguh kami tidak terima. sampai dimanapun kami akan mempertahankan harga diri kami walaupun kmi org kecil," kata akun Instagram @gunungkidul_viral2 dalam postingan yang diunggah seperti dilihat detikJogja hari ini.

Dikutip dari detik.yogya,  Adik pemilik Bakmi Mbak Tri, Yuli (48) membenarkan kejadian tersebut. Yuli menceritakan, bahwa kejadian itu terjadi malam tadi, Kamis (13/8) malam. Di mana saat itu oknum anggota DPRD Gunungkidul datang bersama rekannya ke warung Bakmi Mbak Tri di Gading 6, Playen, Gunungkidul.

Yuli menceritakan, anggota DPRD tersebut memesan makanan berupa dua porsi makanan dan dua minuman. Selanjutnya, setelah selesai makan, anggota DPRD Gunungkidul itu membayar.

"Dan setelah pembayaran terjadi, ini kami menyampaikan uang kembalian kami tidak ada seribuan (kertas), kebetulan itu ada nilai Rp 8.000, jadi uang Rp 1.000 itu saya ganti dengan uang logam pecahan Rp 500 dua," ujarnya.

Saat memberikan uang kembalian itu, Yuli mengaku sempat menyampaikan permintaan maaf karena uang kembaliannya receh.

Tapi uang itu akhirnya dilempar ke meja dan bilang, ”'iki ora ana duit receh liyane apa piye sing luwih receh seka iki' gitu. Terus saya bilang, 'nyuwun sewu loh Pak, tadi saya sudah nyuwun sewu kalau misalnya mboten kersa (tidak menghendaki) ini saya ganti dengan uang Rp 2.000," ucapnya.***(pp/aboe/internet)