Home Agama UAS: Kader Al Washliyah Harus Perkuat Tiga Pilar Utama Organisasi

UAS: Kader Al Washliyah Harus Perkuat Tiga Pilar Utama Organisasi

Disampaikan saat menunaikan ibadah umroh di Madinah

37
0
SHARE
UAS: Kader Al Washliyah Harus Perkuat Tiga Pilar Utama Organisasi

Keterangan Gambar : Ustaz Abdul Somad (kiri) yang juga Anggota Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah masa bakti 2026-2031, saat menunaikan ibadah umroh di Madinah (foto sir)

MADINAH, parahyangan-post.com- Ustaz Abdul Somad (UAS), yang juga anggota Dewan Fatwa Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah masa bakti 2026-2031, menyampaikan tiga pesan penting untuk kemajuan organisasi.

Pesan tersebut disampaikan UAS saat menunaikan ibadah umrah di Madinah, Senin (24/8/2026). Ia berharap seluruh kader dan pengurus Al Washliyah dapat memperkuat tiga pilar utama yang merupakan kekuatan organisasi, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial.

Penguatan bidang pendidikan, menurut UAS,  harus menjadi perhatian utama Al Washliyah. Peningkatan kualitas keilmuan para kader dan umat penting agar Al Washliyah terus melahirkan generasi yang memiliki pengetahuan agama sekaligus mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“Pertama, kuatkan pendidikan. Tingkatkan keilmuan dan jangan berhenti belajar. Jadi kalau mau Al Washliyah ini bangkit, pendidikannya harus kuat” ujar UAS

UAS, yang seluruh pendidikan dasarnya, mulai dari SD, Sanawiyah, hingga Aliyah, berada  di perguruan Al Washliyah, mendorong para ustaz mengambil peran langsung dalam membangun tradisi keilmuan di tengah masyarakat. Salah satunya dengan membuka majelis ilmu.

“Tolong satu ustaz membuka satu majelis untuk membangkitkan keilmuan,"pintanya.

Selain itu, lanjutnya, para ustaz Al Washliyah diharapkan dapat  membangun pondok pesantren.

UAS menilai keberadaan majelis ilmu dan pondok pesantren merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang memiliki pemahaman agama dan wawasan keilmuan yang kuat.

Selain pendidikan, UAS menekankan pentingnya penguatan bidang dakwah. Menurut dia, banyak ustaz Al Washliyah yang memiliki kemampuan sebagai penceramah. Kemampuan tersebut, menurutnya,  harus dibarengi dengan penguasaan ilmu yang memadai.

“Rata-rata ustaz Al Washliyah itu penceramah. Tapi bukan ceramahnya bukan kosong melainkan yang berbobot.  Yang 'bergizi’,” ujarnya.

UAS mengingatkan agar para pendakwah tidak hanya aktif menyampaikan ceramah kepada masyarakat, tetapi juga tetap menjaga tradisi membaca dan mengkaji kitab.

“Jangan hanya sibuk di kitab kuning, tapi harus bisa ceramah yang menginspirasi di tengah-tengah umat. Jangan pula sibuk ceramah sampai tidak baca kitab. Jadi dua-duanya harus sejalan,” tegasnya.

Menurut UAS, penguasaan ilmu dan kemampuan menyampaikan dakwah kepada masyarakat harus berjalan beriringan. Dengan demikian, dakwah Al Washliyah tidak hanya menarik perhatian umat, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kuat.

Pesan ketiga yang disampaikan UAS berkaitan dengan bidang sosial. Ia mengingatkan bahwa Al Washliyah memiliki banyak lembaga sosial, terutama panti asuhan, yang selama ini menjadi bagian penting dari kiprah organisasi.

“Bidang sosial, Al Washliyah mempunyai banyak panti asuhan. Kader Al Washliyah harus hidupkan semua panti itu,” katanya.

Ia menegaskan, tiga bidang tersebut harus menjadi perhatian bersama Al Washliyah ke depan. Pendidikan harus diperkuat, dakwah harus semakin kokoh, dan bidang sosial harus terus dihidupkan.

“Jadi ke depan  kita bangun ketiga ini. Pendidikannya kuat, dakwahnya kuat, dan sosialnya kuat. Insya Allah Al Washliyah makin baik,” pungkas UAS.

Pesan UAS tersebut menjadi dorongan bagi keluarga besar Al Washliyah untuk terus memperkuat peran organisasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial. Dengan penguatan ketiga bidang tersebut, Al Washliyah diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi bagi pembinaan umat dan kemajuan bangsa.***(pp/aboe/sir)

Video Terkait: